Powered by Blogger.
RSS

Jenang Sagu




Udah lama sekali sepertinya tidak merasakan jenang-jenangan termasuk salah satunya jenang sagu ini, hmmm...makanjenang sagu ini serasa kembali ke masa umur 12 tahun, setiap sepulang sekolah bau harum santan dan jenang sudah tercium di dapur ibu,yang paling sering dibuat jenang mutiara dan jenang sagu ini. Sukaaa banget deh,jadi saya jarang jajan di luar hihihi....

Beli sagu lempengan nya di giant, pertama-tama kurang suka karena kok bau puntung  rokok ya, jadi nggak dimasak2 deh. pas kemarin nyoba di rendem sagunya dibuang airnya dibilas lagi dan direndem lagi, ternyata nggak bau puntung rokok enaaak, sama dengan jenang bikinan ibu...

Ibu Juga bilang, kalau bikin jenang sagu harus pakai gula jawa, jadi nanti hasilnya bisa coklat cantik, dan ternyata memang benar. Dulu bikin hanya pakai gula pasir jadinya warnanya puyeh, kurang menarik hihihi...

Untuk resepnya langsung saja ya :
 
Bahan :
4 potong sagu (kurang lebih ukuran 8 x 8 cm)
1 1/2 liter air, didihkan
3 lembar daun pandan, potong-potong
100 gr gula merah diserut (saya hanya 50 gr gula merah, tergantung selera manisnya)
4 sdm gula pasir (saya hanya 3 sdm)
500 ml santan (dari setengah buah kelapa sedang)
1/2 sdt garam
Cara Pembuatan :


1.Cuci bersih sagu, dalam panci rendam sagu dengan 1,5 liter air mendidih hingga hancur kurang lebih 1 jam. (Terkadang setelah 1 jam atau lebih masih ada bagian sagu yang keras tidak mau hancur. Agar hasil bubur mulus, singkirkan saja bongkahan yang keras atau saring dan tekan-tekan dengan sendok agar hancur rata).
2.Panaskan bubur dengan api sedang dan sambil diaduk.
3.Masukkan gula merah, gula pasir, dan daun pandan, aduk hingga larut merata dan mengental (kurang lebih setengah jam).
4. Sajikan dengan saus santan (santan direbus dengan garam hingga mendidih)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: