Powered by Blogger.
RSS

Petulo atau Putu Mayang




Assalamualaikum,

Alhamdulillah udah hari selasa, hari ini kebetulan kok ya kena random audit, hihihi..daripada kepikiran audit, pagi ini nguplek di dapur mau coba Petulo setelah kemaren bikin petolo dari resepnya carabikang kok enak tapi terlalu empuk dan terlalu nglenyer, apa ya bahasa indonesianya :D, karena pakainya kan santal kental,jadi kali ini saya tambahkan sedikit tepung terigu biar empuk rasanya, dan alhamdulillah pas banget deh rasanya udah sesuai selera. Kalau kincanya dutambahkan durian hmm...tambah enak lagi sepertinya. Tips kalau mengukus adonan yang sudah di cetak jangan lama-lama ya nanti bisa tidak terbentuk petulonya karena mleber. Yuk, ke dapur segera bikin ^_^ 



PUTU MAYANG aka PETULO
by @deviirwantari
Pakai setengah resep ya
Bahan:
150 gr tepung beras (saya kurangi 25 gr diganti tepung terigu - kira-kira satu sendok makan)
25 gr tepung kanji
300 ml santan untuk petulo (saya pakai cocomas 100 ml tambahkan air)
1/2 sdt garam

1 sdt gula
Pewarna makanan secukupnya
2 helai daun pandan
Daun pisang untuk alas mengukus, olesi dg minyak  (saya nggak pakai di oles)
Kuah Kinca:
600 ml santan
100 gr gula merah (sesuai selera)
100 gr gula pasir (bisa skip)
1 sdt garam
2 lembar daun pandan
1 sdt vanila cair
1 sdm tepung beras larutkan dg sedikit air
* Masak semua bahan, aduk rata, lalu masukkan larutan tepung beras. Aduk rata kembali, koreksi rasa. Angkat.


Cara membuat: - tepung beras, tepung terigu,garam, gula pasir dan santan yg telah di beri daun pandan dimasak sampai menggumpal, matikan api, masukkan tepung sagu, dan uleni hingga rata
- adonan bagi menjadi 3 bagian. Beri sedikit pewarna merah, hijau dan satunya biarkan putih - panaskan kukusan, alasi dg daun yg telah di olesi minyak (skip), lalu cetak putu Mayang dan kukus selama 10 menit atau hingga matang
Penyajian, siram putu Mayang dengan kuah kinca

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: