Powered by Blogger.
RSS

Jenang Bedil atau Jenang Grendul Atau Bubur Candil




Hee banyak ya istilah nama dari kudapan tradisional satu ini, melekat kuat sebagai makanan favoritku, sewaktu kecil simbah suka sekali membuatkan aku jenang grendul ini, dibuat dengan menggunakan tungku dan kayu bakar, hmm..bisa dibayangkan ada aroma berbeda jika cara masaknya juga dengan peralatan tradisional. Sudah lama sekali aku cookmark resepnya mbak Diah Didi, udah googling dan resep yang pingin aku praktekkan adalah resep mbak Diah ini heee..alasannya hanya pakai tepung ketan, kalau disini  biasanya ditambah dengan ubi kuning dan aku kurang begitu suka.

Kepinginnya sudah lama sekai namun prakteknya baru weekend kemaren, meski hubby nggak doyan sama jenang-jenang an aku tetep aja suka pake banget :D, dari satu resep ini aku sendiri yang menghabiskannya :D..
kebetulan pas sekali Ibu mertua kasih tepung ketan yang digiling sendiri hihi..jadi deh jenang grendul yang rasanya mirip sama buatan simbah, apalahi kalau makannya pake daun ya, wah lebih sedep lagi, sayangnya daun pisang si sini lumayan mahal, kalau di kampung tinggal ambil dipekarangan hihihi...

resep aslinya silahkan lihat di sini ya

recomended sekali deh buat di coba ^^ hig for mbak Diah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 comments:

Diah Didi said...

Suka..nggak pernah bosan aku juga bubur candil ini Mba..BTW..template blognya baru ya Mba Vira..baguss..:)

Elvira Agustina said...

iya mbak setuju, mending mam bubur candil ketimbang nasinya heee, makasih banyak ya mbak Diah ^^